Beberapa waktu lalu seperti biasanya setiap istirahat kerja aku selalu ketempat Mama tercinta, karena selain rumah beliau dekat dengan kantorku juga sekalian numpang makan siang. Bukannya bermaksud untuk ngirit. Tapi bagaimana pun ketika orang tua melihat anaknya begitu lahap menyantap hidangan yang sengaja dimasak untuk anak-anaknya. Mereka akan begitu bahagia karena jerih payahnya dihargai. Paling tidak untuk sementara ini hanya itu yang bisa aku lakukan untuk Mama tersayang yang dengan penuh perjuangan membesarkan aku dan tiga adik-adikku seorang diri, karena Ayah kami meninggal dunia ketika aku masih umur belasan. Sungguh takkan terbayar jasa Mama terhadap kami meski gunung emas kami persembahkan untuknya. Ya Allah balaslah jasa Ibu Bapak ku dengan surgaMu.
Pada saat makan siang itu seperti biasanya kami ngobrol tentang banyak hal. Kali ini tentang korupsi. Kebetulan saat ini ada kasus korupsi dana pendidikan yang menjerat petinggi Diknas provinsi. Di Majelis Ta’lim mamaku ada kerabat dari tersangka tersebut dan katanya sih juga termasuk kalangan pejabat juga.
Si ibu kerabat tersangka ini berkomentar bahwa tidak seharusnya kerabatnya itu ditahan dan dipenjarakan, katanya kalau duit yang diembat itu miliyaran sih tidak masalah, ini paling duitnya cuma 300 jutaan.
Masya Allah, coba anda bayangkan bagaimana ketika uang haram sudah mendarah daging. Dosa pun disepelekan, seolah-olah kehidupan itu abadi. Mamaku pun mengomentari coba si Ibu pejabat itu bilang cuma 300 juta. Padalah Mama buat beli Gas Elpiji yang habis aja pusing mencarikan duitnya belum lagi stocknya kosong harganya jadi naik (Sabar Mah, Insya Allah pertengahan tahun ini rezekiku tambah bagus. Jadi bisa bantu Mama). Aku pun tersenyum miris mendengarnya. (Alhamdulillah dari kecil aku ngga minat tuh untuk jadi PNS, karena aku takut tidak kuat iman)
Setalah sholat Dzuhur akupun segera hendak kembali ke kantor. Sekonyong-konyong kulihat seorang bapak tua yang menuntun sepedanya tertatih-tatih, terlihat begitu letih. Kata Mamaku mungkin dia lagi mencari kerjaan buat membersihkan halaman. Secara otomatis tanganku langsung engambil dompet. dan mencabut selembar duit lima ribuan yang tersisa didompetku. Sambil pelan aku membawa motorku kulihat bapak tua tadi mencoba untuk menawarkan jasanya kepada tetanggaku, kedekati beliau kemudian kuserahkan uang yang nilainya memang sangat kecil. sungguh pemandangan yang mengharukan ketika seorang tua masih mau untuk bekerja, meski sebenarnya ia boleh untuk mengemis. Inilah tangan surga yang pantas untuk dicium. Aku teringat sebuah hadist dimana Rasullulah salallahu ‘alaihi wassalam pernah mencium tangan bau seorang pekerja akrena ia malu untuk mengemis,dengan mengatkan bahwa inilah tangan-tangan penghuni surga.
Ditengah perjalanan aku singgah ke sebuah kios kecil kepunyaan seorang tua yang sekitar 8 bulan ini tidak pernah kelihatan. Kutanyakan kemana saja beliau selama ini karena kusangka beliau sakit. Tapi jawaban beliau sungguh mengejutkanku. beliau mengatakan habis pulang dari tanah suci Mekkah, umroh sekaligus menunaikan ibadah haji. Dan hebatnya lagi beliau diberangkatkan oleh anak-anak beliau meski menggunakan paspor visa umroh.
Pelajaran yang kudapatkan adalah:
1. Ketika kita mencari nafkah dengan jalan yang zalim maka hati ini akan keras seperti batu, seperti firman Allah, mereka buta dan tuli. Tak perduli apakah itu halal atau haram selama ada kesempatan hajar terus. Sampai nanti pintu tobat tertutup kala malaikat maut datang. Sebuah keniscayaan yang ada ditengah kita. Para orang kaya, pejabat korup begitu enteng menghamburkan duit hanya untuk tanaman anthurium yang harganya sampai miliyaran, plesir sana-sini,sedangkan begitu banyak tetangga dan saudara kita yang kelaparan bahkan sampai meninggal
2. Bagaimanapun susahnya kehidupan sabar dan shalat adalah penolong dan syukur adalah pintu kemudahan.
3. Jangan pernah putus asa akan Rahmat Allah, si Ibu kios saja bisa naik haji.
4. Berbagi dengan orang lain adalah pintu kebahagian. Ketika harta kita selalu kita sisihkan. Insya Allah hati ini akan lembut dan mata hati kita menjadi lebih sensitif untuk melihat kebahagiaan.
DIarsipkan di bawah: Artikel, inspirasi | Ditandai: guru, ibroh, love, pelajaran, pengalaman




Pelajaran untukku juga…..
Blog nya bagus mas.., kalau boleh saya memberi saran… tempel shoutboxnya dong mas… biar setiap saya berkunjung dapat duduk2 di shoutbox… Thanks ya… Anda juga luar biasa…